GENETIKA

Posted: February 2, 2011 in Uncategorized

GENETIKA

  • Ilmu keturunan
  • à bagian dari ilmu hayat yang mempelajari turun temurunnya sifat-sifat induk atau orang tua kepada keturunanya.
  • Merupakan ilmu pengetahuan dasar dalam usaha menyediakan bibit tanaman dan ternak unggul dalam bid. Pertanian dan peternakan.
  • Yang pertama melakukan percobaan dalam bidang genetika à Gregor Mendel à “Mendelisme”

Mendelisme

  • Sertiap mahluk memiliki sifat alamiah à mengadakan keturunan agar supaya jenisnya tidak punah.
  • Pembiakan ada dua cara :
  1. Vegetatif (aseksual) à dengan beberapa cara yaitu : pembelahan sel, spora, stek, cangkokan dll. Keturunannya selalu sama dengan induknya
  2. Generatif à organisme tingkat tinggi
  • Pembiakan generatif mempunyai mempunyai arti yang penting pada genetika

Perkawinan Monohibrid

  • Dalam percobaanya Mendel memilih kacang ercis karena:
  1. Tanaman ini hidupnya tak lama, mudah tumbuh dan mudah disilangkan
  2. Memiliki bunga sempurna shg bisa kawin silang dengan bantuan orang atau penyerbukan sendiri. Penyerbukan sendiri à galur murni
  3. Tanaman ini memiliki 7 sifat perberbedaan yang menyolok seperti  batang tinggi lawan kerdil, polongan hijau lawan kuning, bunga ungu lawan putih, bunga terletah sepanjang batang lawan ujung, biji masak hijau lawan kuning, biji licin lawan kisut, warna kulit biji abu-abu lawan putih
  • Mendel mengawinkan ercis berbatang pendek Vs tinggi à keturunannya semua berbatang tinggi
  • Sifat tinggi mengalahkan sifat pendek, sifat ini disebut “ DOMINAN “, yang dikalahkan disebut  “RESESIF”
  • Tanaman keturunan pertama dibiarkan menyerbuk sendiri terdapat perbedaan hasil  berbatang tinggi    :    kerdil  àkira-kira ¾ : ¼
  • Pada percobaan mendel mempergunakan lambang seperti :
  • P (parens) = induk / asal / orang tua
  • F (fillus) = keturunan  F1 = keturunan pertama, F2 = keturunan ke dua dst
  • = Jantan
  • = Betina
  • Gen dominan diberi tanda huruf besar dan resesif huruf kecil.
  • Contoh
  • TT : simbol berbatang tinggi
  • Tt  : simbol berbatang kerdil
  • Percobaan mendel
  1. TT (tinggi)  x       tt  (Kerdil)

Gamet      T             gamet      t

Tt Tinggi

F1 x F1

F1 x F1             Tt         x              Tt

Game   T                        gamet            T

t                                               t

Sifat keturunan

  • Sifat yang dapat diamati à fenotif
  • Sifat dasar yang tidak nampak pada suatu individu à genotif
  • Anggota dari sepasang gen yang berlawanan à Alel ( misal T à tinggi dan t à kerdil ) jadi T & t adalah alel
  • Homozigot à individu yang genotifnya mempunyai alel yang sama ( TT, tt )
  • Hetrozigot à individu yang genotifnya mempunyai alel yang tidak sama ( Tt,)
  • Hasil perkawinan antara dua individuyang mempunyai sifat beda à hibrid.
  • Monohibrid à suatu hibrid dengan satu sifat beda.

Kesimpulan perkawinan monohybrid

  1. Semua individu F1 adalah seragam
  2. Jika dominasi nampak sepenuhnya, maka F1 memiliki fenotif seperti induk yang dominan
  3. Waktu F1 yang heterozigot yang membentuk gamet gamet terjadi pemisahan alel, sehingga gamet hanya mnemiliki satu alel
  4. Jika dominasi nampak sepenuhnya, maka perkawinan monohibrida (Tt x Tt) menghasilkan keturunan yang memperlihatkan perbandingkan fenotif 3 : 1 ( yaitu tinggi ¾ : ¼ kerdil), perbandingan genotifnya 1 : 2 : 1

Perkawinan monohibrid pada manusia

Jari lebih (polydactyli ditentukan oleh gen dominan P, sedangklan alel p menentukan jari normal. Suami polydactyli mempunyai 3 orang anak. Anak I & II laki-laki polydactyli dan anak ke 3 perempuan normal. Bagaimanakah genotif dari individu tsb

  • Perkawinan resiprok (perkawinan kebalikan) à perkawinan yang merupakan kebalikan yang semula dilakukan
  • Perkawinan balik ( Backross) à perkawinan antara F1 dengan induk betina atau jantan.
  • Contoh: jika marmot hitam homozigot BB dikawinkan dengan marmot putih (pp), semua keturunan F1 seragam hitam.
  • Jika dilakukan perkawinan balik antara F1 dengan dengan induk jantan, maka semua marmot F2 berwarna hitam meskipun genotifnya berbeda
  • Uji silang ( Testcross) à perkawinan antara F1 (hibrid) dengan individu yang dobel resesif. Hasilnya 50 % marmot hitam dan 50 % marmot putih

Perkawinan dihibrid

  • à perkawinan dengan dua sifat beda
  • B = gen untuk biji bulat
  • b = gen untuk biji keriput
  • K = gen untuk biji kuning
  • k  = gen untuk biji hijau
  • Bila kacang ercis bulat kuning X kisut hijau maka F1 bulat kuning.
  • Apabila tanaman F1 dibiarkan menyerbuk sendiri maka tanaman ini akan membentuk 4 macam gamet yaitu : BK, Bk, bK dan bk, maka F2 mempunyai 16 kombinasi dengan 4 fenotip à 9 bulat kuning : 3 bulat hijau : 3 kisut kuning : 1 kisut hijau

KROMOSOM

  • à benda-benda halus berbentuk batang panjang atau pendek, atau lurus atau bengkok, yang merupakan pembawa bahan keturunan
  • Terdapat didalam sel
  • Dalam sel yang sedang membelah biasanya dapat dilihat dengan mikroskop biasa
  • Salah satu bagian dari kromosom adalah sentromer à bagian yang membagi kromosom menjadi 2 lengan.
  • Kromosom homolog à kromosom yang diterima dari induk betina dan induk jantan serups.
  • Jumlah kromosom pada tubuh à diploid (2n)
  • Sel kelamin (gamet) à separuhnya à haploid (n)
  • Satu stel kromosom haploid dari satu spesies à genom
  • Kromosom dibedakan menjadi 2 à autosom (kromosom tubuh) dan Kromosom seks

Klasifikasi kromosom
1. berdasarkan letak sentromernya

  1. Telosentrik à sentromer pada bagian ujung
  2. Akrosentrik à sentromernya dekat ujung
  3. Submetasentrik à sentromernya dekat bagian pertengahan
  4. Metasentrik à sentromernya terletak ditengah-tengah
  • Bentuk kromosom ditentukan oleh kontriksi primer à penyempitan tempat pertemuan kedua lengan kromosom
  • Pada kontriksi primer terdapat daerah jernih yang merupakan setromer yang mengsandung kinetokhor.
  • Kinetokhor diduga membentuk kromosomal fibers pada saat mitosis
  • Berdasarkan sentromer ada 3 tife kromosom yaitu:
  1. Kromosom monosentrik
  2. Kromosom disentrik
  3. Kromosom polisentrik
  • Ciri lain kromosom à kontriksi sekunder yang mungkin terdapat disepanjang kromosom.
  • Bagian kromosom yang membentuk lengan à telomer.
  • Bagian kromosom yang berbentuk bulat/ memanjang yang dipisahkan oleh filamen kromatin à satelit
  • Kromosom yang memiliki satelit à kromosom SAT
  • Kontriksi sekunder yang berperan pada pembentukan nukleus à nucleolar organizer (nucleolar zone)
  • Jumlah kromatid dalam kromosom tergantung dari tahap sel yang bersangkutan, misal tahap G-1 /kromosom mengandung DNA, tahap S à 2 kromatid tiap kromosom
  • Untuk mengetahui dengan cepat kelainan kromosom dapat dibuat kariotipe/kariogram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s